Friday, November 27, 2015

Generalisasi Ompong Demo Buruh

Akhir-akhir ini uakeh buanget postingan di sosmed tentang "demo buruh pakai motor sport". Saking cepatnya akses informasi sekarang, hal itu langsung banyak dijadikan bahan hangat utk diperbincangkan. Tidak sedikit dari netizen yang turut mengkritisi aksi buruh tersebut. di sisi lain, tak jarang ada komentar-komentar yang pro pada aksi buruh tersebut. Akibatnya, adu argumen via ketikan pada keyboard masing-masing tak dapat dielakkan, bahkan sampai saling melancarkan sindiran-sindiran pedasnya. Sebagai orang pinggiran, ingin rasanya saya juga menyampaikan beberapa kalimat...
Hanya segelintir buruh yg mungkin sudah mapan hidupnya, pakai motor sport yg harganya 40-an juta itu turun ke jalan untuk turut berempati dan membela rekan-rekan buruh yg masih jadi mesin perasan penghasil uang kaum kapitalis. Kena jepret wartawan. Lantas judul berita + komentar + repost dari netizen, "pantes gaji kurang, buat nyicil motor mahal". generalisasi ompong?!
Pun juga masif menyebarkan tulisan yg menyalahkan mindset dan gaya hidup buruh. Tanpa perhatikan latar belakang hidup mereka, dmn kualitas sdm nya yg rata-rata dibawah om om sekalian yg sudah terbiasa dengan lingkungan terdidik dan mapan. Pantas kah?
Jika memang peduli, alangkah baiknya jika om om sekalian (maupun pro dan kontra) yang sudah mapan, punya modal gede, pendidikan tinggi, gaji selangit menyisihkan sedikit empatinya dengan menyebarkan ilmunya kpd buruh-buruh tentang cara hidup hemat, saving, investing, startup bisnis untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
Atau minimal jika kerjanya mantengin layar komputer, waktu senggang silahkan masuk ke forum atau grup-grup buruh, Share it what you know. InsyaAllah lebih barokah dan bermanfaat ketimbang men-judge kaum buruh dengan berbagai dalil tentang gaya hidup!
Tapi, bukan menjadi suatu masalah jika banyak dari kita yang berbeda pendapat tentang demo buruh ini. Sebetulnya baik-baik saja jika kita berbeda pendapat, tapi dengan adanya itu jangan pula dijadikan bahan kebencian dan permusuhan sampai-sampai memutus tali silaturahmi antar teman.

Thursday, August 27, 2015

Era Jokowi: Perbandingan Kurs bak Batu Akik vs Pakaian Pria


Di tengah gejolak ekonomi dan politik pada awal pemerintahan Jokowi, banyak opini publik yang cenderung menyalahkan bahwa Jokowi lah penyebabnya. Dari screen capture di samping, di sini saya tidak mau bela siapa-siapa juga. Saya setuju dan mengamini pernyataan "jangan nyinyir duluan". Tapi... mari kita selidiki lagi berdasarkan data yang ada.

Kondisi seperti gambar disamping menurut saya tidak cukup adil, bak persepsi tentang "batu akik dan pakaian pria". Ya, batu akik. Sekarang benda ini sedang dalam masa tenarnya. Keunikan dari batu akik telah memikat banyak orang. Tapi yang paling utama dari batu akik adalah tingkat "ketembusannya". Semakin batu akik dapat tertembus oleh cahaya, maka semakin bagus kualitasnya, semakin mahal harganya, dan semakin banyak orang yang suka. Beda halnya dengan pakaian pria, semakin pakaian pria dapat tertembus oleh cahaya, berarti kain semakin tipis, semakin terawang, dan semakin nggilani. hehe
Baiklah, daripada kebablasan bahas yang tidak-tidak, langsung saja saya paparkan komparasi dari ketiga kurs berikut:


  • JPY vs USD
Jepang memiliki fundamental ekonomi yang kuat. meskipun tren tingkat ekspor Jepang cenderung menurun pada kuartal I 2015, ingat bahwa Jepang masih negara pengekspor terbesar ke-3 di dunia. Ekspor Jepang ke Amerika masih terus meningkat hingga 20%. Terlebih lagi tingkat ekspor ke Asia lebih dari setengah jumlah ekspornya, dimana kondisi mata uang Jepang mengalami penguatan terhadap mayoritas negara di Asia. Melemahnya JPY terhadap USD jelas memberi keuntungan tersendiri bagi Jepang dalam hal ekspor. Jadi, kondisi ini masih dapat dibendung dengan kuatnya industri multinasional Jepang.
  • TRY vs USD
Masalah Turki lebih cenderung soal keputusan yang diambil oleh Bank Turki. Di tengah hiruk pikuk politik yang semakin memanas dan kondisi ekonomi yang terus memburuk, saat itu Bank Turki dihadapkan dengan dua pilihan, yaitu Lira dan Inflasi. Semakin melemahnya lira terhadap dollar dibarengi dengan inflasi yang cukup tinggi membuat Bank Turki malah meningkatkan suku bunganya untuk menekan inflasi daripada mempertahankan lira. Selain itu, koalisi partai Erdogan terpecah menambah beban politik Turki sehingga para investor enggan untuk menanamkan modalnya dan berada di posisi wait and see.
  • IDR vs USD
Memang terlihat bahwa Rupiah dan Yen sama-sama lesu terhadap Dolar Amerika, tetapi yang membedakan adalah ketahanan industrialnya. Dengan naiknya harga dolar atas rupiah, Indonesia berharap memperoleh keuntungan dari kegiatan ekspor. Tapi yang terjadi adalah ekspor Indonesia mulai dari kelapa sawit , karet, teh, kopi, batu bara yang mengalami penurunan, sebab ekspor Indonesia bergantung pada sektor pertanian dan pertambangan. Hasil tambang langsung diekspor mentahnya, jadi tidak ada nilai tambah. Apalagi faktor-faktor produksi juga sebagian harus diimpor, sehingga dapat membengkakkan biaya produksi. Pengaruh lembahnya rupiah yang paling dirasakan adalah oleh importir, yang harus menerima kenyataan bahwa harga barang impor naik selaras dengan naiknya dolar. Banyak perusahaan yang merugi karena mahalnya komoditi impor. Perusahaan-perusahaan besar mungkin masih bisa jalan dengan menekan biaya produksi mereka. Efektifitas masih dapat dicapai hanya dengan mem-PHK sebagian pekerjanya atau hanya dengan mengurangi kualitas dan volume produk. Namun, beda cerita dengan perusahaan-perusahaan kecil menengah yang juga berbasis impor. Tidaklah lagi memungkinkan untuk tetap menjalankan proses produksi pada kondisi seperti ini, yang pada akhirnya hanya memiliki satu pilihan saja, BANGKRUT.

Jadi kesimpulannya, batu akik dan pakaian pria itu sama sekali berbeda, bahkan latar belakangnya pun bertolak belakang.

Sunday, August 23, 2015

Bukan Uang Tunai


pusing ngerjain skripsi jadi kepingin sharing soal non-tunai.. hehe
Berbagai evolusi sistem bayar sudah kita alami mulai dari barter, uang fiat, dan sekarang masuk ke era uang elektronik. Negara2 maju seperti Belgia, Prancis, Swiss, dan Inggris penggunaan non tunai udah 80% lebih.

Bagaimana di Indonesia? dlm hal ini Indonesia masih sangat tertinggal di kisaran +- 20%. Padahal penggunaan cashless banyak manfaatnya, lebih efektif dan efisien daripada pakai uang tunai. uang tunai perlu banyak biaya dlm pencetakan, pengawasan, dan bahkan utk penghancuran uang tunai yg sudah tidak layak guna biayanya mencapai ratusan triliun per tahun. Peredaran uang tunai juga dapat menimbulkan Inflasi, harga2 menjadi naik secara agregat dan mendomino.

Dalam segi sosial juga rawan akan kejahatan, perampokan dan lain sebagainya, uang tunai dapat dgn mudah dihilangkan transparansi pembayarannya, seperti sogok-menyogok, korupsi, atau uang damai kepada pak polisi. ilustrasinya: ketika kita udh gak pakai uang tunai dan kita berkendara dengan hanya membawa beberapa kartu di dompet kita, tidak ada sepeser/selembar uang pun, jadi gmn kita kasih uang damai itu? :p lain cerita kalau pak polisinya juga sedia mesin EDC (Electronic Data Captures) alias mesin gesek kartu hehehe
Kita masih ada di tahap awal dalam penggunaan cashless payment. kegiatan transaksional seperti bayar listrik, telpon, air, pulsa ataupun barang-barang seperti buku, baju, gadget, sampai kue (baca: keripik, rengginang, dsb) pun sistem pembayarannya sudah pakai non tunai (dalam hal ini ada di online shop).
Sekarang kita tinggal menunggu sampai ada masanya beli cilok, gado-gado, bakso, atau mie ayam pinggir jalan bayarnya via "gesek" ala kartu kredit. Pun juga waktu kita ke toilet umum gak usah ribet cari uang receh tapi cukup pakai kartu "e-toilet" yg saldonya bisa diisi ulang. hehehe

Thursday, December 15, 2011

Praktis Belajar Teknologi Informasi Dan Komunikasi










Kelas

12
PengarangAgung Novian, Dudung Abdulah
PenerbitPusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional
Tahun2010


Download


you can download more film, software, game, wallpaper, font, and many others @ INFRILOD free !!
thanks..


Monday, December 12, 2011

Cari Uang di Internet

PTC LOKAL




Cara Member mendapatkan Uang
Setelah login, Anda klik menu View Ads dan selanjutnya pada daftar iklan Anda klik masing-masing iklan satu persatu. Setiap iklan akan tampil selama 30 detik pada windows/tab baru. Anda akan melihat timer yang menghitung mundur pada sebelah kiri atas. Setelah 30 detik, maka akan muncul sebuah tanda "OKE deh" atau tanda silang merah "X". Tanda "OKE deh" pertanda Saldo Anda telah bertambah Rp 100,- dan jika Anda seorang Member Premium akan mendapatkan Rp 150,- , dan jika Anda seorang Member GOLD akan mendapatkan Rp 300,-. Tanda X adalah kebalikannya, Saldo Anda tidak bertambah. Tanda X akan tampil jika Anda klik lebih dari 1 iklan pada waktu yang sama sebelum iklan yang Anda klik sebelumnya selesai. 

Setiap Iklan hanya bisa Anda klik SEKALI dalam 24 JAM . 



Contoh penghasilan untuk Member Standar:
» Anda klik 10 iklan per hari = Rp 1000,- 
» 20 referral Anda klik 10 iklan per hari = Rp 20.000,-
» Tiap Hari Saldo Anda akan bertambah Rp 21.000,-
» Tiap Minggu = Rp 147.000,-
» Tiap Bulan = Rp 630.000,-

Bagaimana kalau 1 Tahun atau bagaimana jika Status Anda adalah member Premium atau GOLD? Hitung sendiri aja deh!


daftar di sini!!!
Adhimisme. Powered by Blogger.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons