Akhir-akhir ini uakeh
buanget postingan di sosmed tentang "demo buruh pakai motor sport". Saking cepatnya akses informasi sekarang, hal itu langsung banyak dijadikan
bahan hangat utk diperbincangkan. Tidak sedikit dari netizen yang turut
mengkritisi aksi buruh tersebut. di sisi lain, tak jarang ada komentar-komentar yang pro
pada aksi buruh tersebut. Akibatnya, adu argumen via ketikan pada keyboard
masing-masing tak dapat dielakkan, bahkan sampai saling melancarkan sindiran-sindiran pedasnya. Sebagai orang pinggiran, ingin rasanya saya juga menyampaikan beberapa
kalimat...
Hanya segelintir buruh
yg mungkin sudah mapan hidupnya, pakai motor sport yg harganya 40-an juta itu
turun ke jalan untuk turut berempati dan membela rekan-rekan buruh yg masih jadi
mesin perasan penghasil uang kaum kapitalis. Kena jepret wartawan. Lantas judul
berita + komentar + repost dari netizen, "pantes gaji kurang, buat nyicil
motor mahal". generalisasi ompong?!
Pun juga masif
menyebarkan tulisan yg menyalahkan mindset dan gaya hidup buruh. Tanpa
perhatikan latar belakang hidup mereka, dmn kualitas sdm nya yg rata-rata dibawah
om om sekalian yg sudah terbiasa dengan lingkungan terdidik dan mapan. Pantas
kah?
Jika memang peduli,
alangkah baiknya jika om om sekalian (maupun pro dan kontra) yang sudah mapan,
punya modal gede, pendidikan tinggi, gaji selangit menyisihkan sedikit
empatinya dengan menyebarkan ilmunya kpd buruh-buruh tentang cara hidup hemat,
saving, investing, startup bisnis untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
Atau minimal jika
kerjanya mantengin layar komputer, waktu senggang silahkan masuk ke forum atau
grup-grup buruh, Share it what you know. InsyaAllah lebih barokah dan bermanfaat
ketimbang men-judge kaum buruh dengan berbagai dalil tentang gaya hidup!
Tapi, bukan menjadi suatu masalah jika banyak dari kita yang berbeda pendapat tentang demo buruh ini. Sebetulnya baik-baik saja jika kita berbeda pendapat, tapi dengan adanya itu jangan pula dijadikan
bahan kebencian dan permusuhan sampai-sampai memutus tali silaturahmi antar teman.



No comments:
Post a Comment