Berbagai evolusi sistem bayar sudah kita alami mulai dari
barter, uang fiat, dan sekarang masuk ke era uang elektronik. Negara2 maju
seperti Belgia, Prancis, Swiss, dan Inggris penggunaan non tunai udah 80%
lebih.
Bagaimana di Indonesia? dlm hal ini Indonesia masih sangat tertinggal di
kisaran +- 20%. Padahal penggunaan cashless banyak manfaatnya, lebih efektif
dan efisien daripada pakai uang tunai. uang tunai perlu banyak biaya dlm
pencetakan, pengawasan, dan bahkan utk penghancuran uang tunai yg sudah tidak
layak guna biayanya mencapai ratusan triliun per tahun. Peredaran uang tunai
juga dapat menimbulkan Inflasi, harga2 menjadi naik secara agregat dan
mendomino.
Dalam segi sosial juga
rawan akan kejahatan, perampokan dan lain sebagainya, uang tunai dapat dgn
mudah dihilangkan transparansi pembayarannya, seperti sogok-menyogok, korupsi,
atau uang damai kepada pak polisi. ilustrasinya: ketika kita udh gak pakai uang
tunai dan kita berkendara dengan hanya membawa beberapa kartu di dompet kita,
tidak ada sepeser/selembar uang pun, jadi gmn kita kasih uang damai itu? :p lain
cerita kalau pak polisinya juga sedia mesin EDC (Electronic Data
Captures) alias mesin gesek kartu hehehe
Kita masih ada di tahap awal dalam penggunaan cashless payment.
kegiatan transaksional seperti bayar listrik, telpon, air, pulsa ataupun
barang-barang seperti buku, baju, gadget, sampai kue (baca: keripik,
rengginang, dsb) pun sistem pembayarannya sudah pakai non tunai (dalam hal ini
ada di online shop).
Sekarang kita tinggal menunggu
sampai ada masanya beli cilok, gado-gado, bakso, atau mie ayam pinggir jalan
bayarnya via "gesek" ala kartu kredit. Pun juga waktu kita ke toilet
umum gak usah ribet cari uang receh tapi cukup pakai kartu "e-toilet"
yg saldonya bisa diisi ulang. hehehe



No comments:
Post a Comment