Lantaran foto-foto anggota pasukan AS yang berpose dengan mayat
penduduk sipil Afganistan, militer AS akhirnya meminta permohonan maaf
yang sebesar-besarnya. Tentara AS juga mengatakan bahwa foto-foto yang
terpampang di majalah Rolling Stone itu sangat mengganggu.
Hal itu pun bertentangan dengan kondisi sebenarnya. “Publikasi foto oleh Rolling Stone mengganggu dan bertentangan dengan standar dan nilai-nilai yang dipegang militer AS,” kata pernyataan itu.
Catatan AP dan AFP pada Selasa (29/3/2011) juga menunjukkan, foto-foto itu muncul pula di koran Jerman, Der Spiegel, pada pekan lalu.
Lalu, berkenaan dengan foto-foto tadi, Editor Eksekutif Majalah Rolling Stone Eric Bates mengatakan, pihaknya memuat 150 foto. Dari jumlah itu, 17 foto dipublikasikan di situs majalah itu.
Selain itu, kata Bates, medianya juga mempublikasikan dua video yang menunjukkan serangan AS terhadap Afganistan. Bates tidak menyebutkan bagaimana majalah itu mendapatkan foto-foto tersebut.


“Seperti foto-foto yang dipublikasikan oleh Der Spiegel, militer AS meminta maaf atas penderitaan yang terjadi yang disebabkan foto-foto itu,” kata pihak militer.
Foto-foto itu diduga diambil oleh oknum unit militer AS di Afganistan pada 2010. Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada awal tahun lalu. Militer AS yang terlibat tengah diadili dan satu orang dikenakan hukuman penjara selama 24 tahun pada pekan lalu.
Sumber : Kompas.com
Hal itu pun bertentangan dengan kondisi sebenarnya. “Publikasi foto oleh Rolling Stone mengganggu dan bertentangan dengan standar dan nilai-nilai yang dipegang militer AS,” kata pernyataan itu.
Catatan AP dan AFP pada Selasa (29/3/2011) juga menunjukkan, foto-foto itu muncul pula di koran Jerman, Der Spiegel, pada pekan lalu.
Lalu, berkenaan dengan foto-foto tadi, Editor Eksekutif Majalah Rolling Stone Eric Bates mengatakan, pihaknya memuat 150 foto. Dari jumlah itu, 17 foto dipublikasikan di situs majalah itu.
Selain itu, kata Bates, medianya juga mempublikasikan dua video yang menunjukkan serangan AS terhadap Afganistan. Bates tidak menyebutkan bagaimana majalah itu mendapatkan foto-foto tersebut.


“Seperti foto-foto yang dipublikasikan oleh Der Spiegel, militer AS meminta maaf atas penderitaan yang terjadi yang disebabkan foto-foto itu,” kata pihak militer.
Foto-foto itu diduga diambil oleh oknum unit militer AS di Afganistan pada 2010. Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada awal tahun lalu. Militer AS yang terlibat tengah diadili dan satu orang dikenakan hukuman penjara selama 24 tahun pada pekan lalu.
Sumber : Kompas.com


No comments:
Post a Comment